JNet99

Enjoy Saja Bro

Dapat Buku Gratis

Kemarin sore saat pulang kerja seperti biasanya Saya berbincang-bincang dengan istri sambil bercanda dengan anak perempuan Saya yang masih umur 4 tahun. Saat itu istri Saya memberi tahu bahwa ada kiriman paket entah dari mana, Saya penasaran dan langsung pergi ke meja untuk mengambil paket tersebut, dan Saya lihat pengirimnya dari Bapak Ersis. Saya jadi teringat beliau merupakan kenalan Saya di internet dan diblognya sering memotivasi para penulis-penulis pemula semacam Saya untuk selalu menulis. Semboyan yang paling Saya ingat dari blog beliau yaitu “Menulis Tanpa Berguru”. Kalau ada yang pingin kenal lebih lanjut silakan klik http://webersis.com

Singkat kata bungkus paket itu Saya buka dan ternyata sebuah buku baru masih kinyis-kinyis lagi, setelah Saya baca ternyata judul buku tersebut adalah “Menulis Mudah dari Babu Sampai Pak Dosen”. Judulnya memang cukup mengelitik sekali, tetapi Saya masih belum berani membuka-buka isinya maklum masih ditutup plastik transparan seperti buku-buku yang dijual di Gramedia. Jadi Saya bolak-balik saja buku tersebut sampai puas membaca covernya muka dan belakang.

Hati Saya senang sekali mendapat buku ini karena bukan hanya gratis tetapi perhatian dari Bapak Ersis yang luar biasa sekali terhadap orang-orang seperti Saya ini, yang mana cuma berpengalaman menulis hanya dan mau menulis disaat  jatuh cinta saja, jadi tulisannya pun tentu isi hati seorang kasmaran, dan bisa menghabiskan berlembar-lembar halaman kertas surat, tapi itu dulu waktu Saya masih puber.

Selintas melihat dari judulnya yang menggelitik tersebut sebenarnya Saya tertarik untuk membuka dan langsung membaca isinya, tapi hal tersebut tertunda sampai jam 9 malam baru Saya bisa memulai membacanya. Dan tanpa terasa waktu telah menunjukkan jam setengah dua belas Saya hanya bisa menyelesaikan setengah buku dari 188 halaman.

Pertama melihat judul buku ini Saya mengira-ngira isi buku ini berupa metode-metode penulisan praktis ala Ersis, tapi setelah Saya baca dari pertama sampai dengan setengah buku isinya ternyata pengalaman-pengalaman dari para penulis yang menjadi pemenang lomba menulis yang diadakan Pak Ersis.

Memang sangat luar biasa sekali pengalaman mereka disaat-saat awal menjadi seorang penulis, banyak kesan yang mereka tinggalkan saat memenuhi panggilan hati nurani untuk menjadi seorang penulis walau pada saat awalnya itu bukan dari cita-cita mereka, walaupun mungkin hanya sekedar hobi. Dan yang jadi nominasi dari peserta ini ternyata bukan penulis kacangan, tapi mereka sudah berpengalaman dalam hal tulis menulis di media masa. Walaupun latar belakangnya ada yang dari babu ( pembantu ), pelajar, dan mahasiswa. Bahkan ada yang dari SD mereka memulai dalam urusan tulis menulis ini. Itulah sebabnya kenapa buku ini diberi judul seperti di atas.

Banyak hal yang patut dijadikan pelajaran disini adalah latar belakang ternyata tidak menentukan seseorang untuk menjadi seorang penulis handal. Tapi hanya kemauan yang menjadikan mereka selalu menulis dan menulis yang lebih baik setiap hari membuat mereka menjadi terasah. Yang jelas harus dimulai dari tulisan yang sepele atau yang ringan-ringan saja terlebih dahulu.

Hal itulah yang ingin diinginkan Bapak Ersis, agar para penulis pemula tidak patah semangat yang penting setiap hari kita sebagai pemula harus membuat sebuah tulisan, entah itu diterima masyarakat atau tidak itu urusan belakang. Yang penting dimulai dulu huruf demi huruf kata demi kata sehingga terbentuk suatu paragraf-paragraf yang berkaitan dan saling menguatkan cerita antara satu dengan yang lainnya. Dan penulis pemula akan terbiasa dan terasah otaknya untuk menterjemahkan jalan pikirannya melalui tulisan sehingga mudah dimengerti oleh pembacanya.

Dan Saya tidak lupa juga mengucapkan banyak terimakasih kepada Bapak Ersis yang menyempatkan waktunya untuk mengirimkan buku gratis kepada Saya. Walaupun sebenarnya dalam urusan tulis menulis Saya hanya mulai coba-coba saja, apalagi Saya mempunyai latar belakang teknik,  jadi kalau urusan tulis menulis apalagi menceritakan kejadian sehari-hari terasa kaku. Kecuali menulis urusan-urusan teknis.

Filed under: my share, , , ,

3 Responses

  1. kajiankomunikasi mengatakan:

    Membaca artikel mas Rizal, saya berani menyimpulkan bahwa mas Rizal suatu saat dapat menulis buku yang cukup bagus. Masalahnya, mau enggak ya…? Salam kenal ya mas, semoga sukses bersama keluarga. Titip salam kalau konek pak Ersis, dari saya, temannya yg dulu terlunta-lunta di Kayutangi kekurangan gizi… he…he…

    **** jawab : Saya sih mau-mau saja, dan mudah-mudahan antara kemauan dengan keadaan sudah mendukung.

  2. Gusti Dana mengatakan:

    Wah..jadi semangat pengen nulis terus,tapi juga pengen dapetin kiriman bukunya:-o.
    Sayangnya..gk bisa dikirim ketempat saya,karena selain gk ada alamat juga gk ada tukang pos yang ngantar.:-(
    Masak mau ngirim di hutan tanjung jawa – barito selatan?.Gk mungkinlah Mas…:-o

  3. Terima kasih mau membacanya. Salam membaca, selamat menulis.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

delicious

%d blogger menyukai ini: