JNet99

Enjoy Saja Bro

Sekilas Info : Tentang Jackie Chan

jackie0Jackie Chan dilahirkan tanggal 7 April 1954 di Hongkong, Dari pasangan suami istri bernama Charles Chan dan Lee-Lee Chan. Orang tua Jackie ini sangat miskin sekali saat tiba di Hongkong dari Shandong-China, sehingga waktu Jackie dilahirkan orang tuanya tidak mempunyai uang untuk membayar rumah sakit. Orang tuanya bekerja keras untuk mendapatkan uang agar dapat membawa anaknya keluar dari rumah sakit. Mereka memberi nama Chan Kong-sang untuk si Jackie kecil, yang artinya “lahir di Hongkong”. Nama ini untuk memperingati kedatangan mereka ke Hongkong dengan selamat, karena sebelumnya mereka tinggal di Shandong-China. Dan pada waktu itu di China Daratan terjadi perang sipil yang berkecamuk. Kedua orang tua Jackie ini tinggal di Kedutaan Besar Perancis di Hongkong, karena bapaknya sebagai juru masak di kedutaan tersebut dan ibunya sebagai pelayan di sana. Saat Jackie berusia tujuh tahun dia ditinggal pergi ayahnya ke Australia dan bekerja di kedutaan besar Amerika di Australia sebagai kepala jurumasak. Pada usia tujuh tahun ini kehidupannya berubah, dia belajar sambil bekerja di Chinese Drama Academy 19 jam sehari dibawah bimbingan guru drama China terkenal Yu Jim-Yuen. Para siswa diajarkan praktek kungfu, akrobatik, jungkir balik, dan diajarkan untuk mandiri. Jackie diberi nama Yuen Lou oleh gurunya, bersama-sama dengan enam muridnya yang lain semuanya diberi nama depjackpict4an “Yuen” -Yuen Lung (Samo Hung), Yuen Tai, Yuen Wah, Yuen Mo, Yuen Kwai dan Yuen Biao, dan didalam pertunjukan mereka diberi gelar Seven Little Fortunes. Jacky bersama dengan enam saudara “Yuen” nya tersebut diatas yang tergabung dalam Seven Little Fortunes, sering tampil didepan khalayak ramai atau ditempat umum di Taman Ria Laiyuen dan sering juga pada even-even penting. Pada saat Chinese Opera mengalami kemunduran, guru mereka menyewakan Seven Little Fortunes dan anak-anak yang lainnya diluar itu untuk menjadi stuntman ( pemain pengganti ) dalam beberapa film. Pada saat berusia 17 tahun, Jackie meninggalkan Drama Academy tempat dia bernaung dan mendidik dia dari umur 7 tahun, dan Jackie menjadi orang tak pernah kenal takut sebagai stuntmant dengan bayaran yang murah dan dengan tugas yang sangat berbahaya dibawah perusahaan Shaw Brothers Film. Jackie kemudian bertemu dengan teman lamanya Samo Hung ( Yuen Lung ) ketika masih bergabung dalam Seven Little Fortunes, dan pada saat yang sama teman ini menandatangani kontrak dengan Golden Harvest yang memerlukan beberapa stuntman. Jackie diperkenalkan dengan Golden Harvest. Dia segera ikut bergabung dan menjadi peran pengganti untuk film-film yang sudah terkenal pada tahun 1971 di film Bruce Lee “Fist of Fury” dan “Enter the Dragon”. dm2-3Saat Jackie kembali dari Australia, dia ketemu dengan Willie Chan. Willie mengajaknya untuk menjadi aktor utama di film baru. Willie sebagai General Manager dari perusahaan yang masih baru yang dijalankan oleh Lo Wei, seorang sutradara film terkenal dan dijuluki “Millionaire Director”. Lo Wei tertarik dengan gaya Jackie yang mirip Bruce Lee, dan namanya ( Jackie ) diganti dengan Shing Lung, yang artinya “menjadi seekor naga”. Dan sekarang menjadi nama chinanya Jackie Chan. Pada tahun 1976 di film “New Fist of Fury” , Jackie meniru Bruce Lee, tetap tidak film ini kurang sukses. Gaya Bruce Lee masih belum bisa tertandingi oleh Jackie jadi ini merupakan suatu bencana. Lo Wei membuat film yang ber genre sama seperti “Shaolin Wooden Men,” “Killer Meteor” dan “Magnificent Bodyguard”. Tidak satupun film-film ini masuk box office, dan ini merupakan bencana bagi Jacky, tak ada satupun distributor film yang berani merilis film-filmnya. Di “Snake and Crane Arts of Shaolin” (1978) dengan teman baiknya Chan Chi-Wah seorang sutradara. Jackie lebih bebas untuk mengembangkan karakternya dan memberikan saran-saran dalam scenario film-film silat. Salah satu inovasinya yaitu menggunakan peralatan rumah tangga sebagai senjata untuk bertarung. Pada tahun 1978, Jackie dikontrak untuk Film-Film musiman milik Ng See-Yuen, dan jadi pemain dalam film “Snake in the Eagle’s Shadow.” Tanpa diduga-duga, dan tak bisa dipungkiri lagi film ini membuat Jackie terkenal dengan gayannya yang unik, danjackpict1 dapat diterima banyak penonton. Jackie menjadi terkenal saat film “Snake in the Eagle’s Shadow” menampilkan gaya kungfu yang berbeda dengan film-film kungfu lainnya pada saat itu, yaitu lebih banyak adegan humor yang ditampilkan dalam film tersebut. Lawan mainnya Hwang Jang Lee mempunyai tendangan kaki yang hebat dan pada saat itu terjadi kecelakaan, tanpa sengaja mengenai gigi Jackie dalam pembuatan film ini. Selain itu dalam adegan pertarungan, lengannya mengalami luka kena pedang tumpul. Darah berceceran kemana-mana dan Jackie jatuh menjerit kesakitan dan kamera tetap merekam peristiwa tersebut. Itu kejadian yang sesungguhnya saat kita menonton film. Sutradara Yuen Woo-Ping akhirnya menyutradarai keunikannya seperti pada film “Eagle’s Shadow”. Kemudian Jackie dilibatkan dalam pemberian judul film “Drunken Master”, dan juga sebagai pemain utama. Dan ternyata kedua orang ini sukses. Pada tahun 1999 Wachowski bersaudara, penggemar mereka dari Hongkong Cinema, membuka rahasia keahlian Woo-Ping dalam membuat pandangan mereka dari sebuah buku komik laga menjadi sungguhan dalam film “The Matrix” (1999). Jackie menambahkan selera humornya pada komik yang akan dijadikan film dan bisa popular sesuai dengan gaya film, hal ini memberikan rating yang tinggi Box Office. Pada suatu saat Jackie menetapkan gaya aktingnya, dia menginginkan untuk bersama Lo Wie Co, tetapi pada akhirnya bergabung dengan Golden Harvest Entertainment Co. Ltd. Willie Chan yang menjadi agennya. Film pertama dia bersama Golden Harvest berjudul “The Young Master” pada tahun 1980. Film ini cukup popular selama dia bergabung dengan Golden Harvest, termasuk film “Police Story” dan serialnya pada tahun 1980 an dan 90 an. Dia juga berkerja sama dengan “saudara-saudara stuntman” – anggota Seven Little Fortunes (Samo Hung, Yuen Wah dan Yuen Biao), di beberapa filem termasuk “Project A”, “My Lucky Stars”, dan “Dragon Forever”, dimana semuanya mendapatkan sukses yang besar. jackpict3Jackie mencoba untuk masuk Hollywood diawal tahun 80 an. Dia bersama Kristine de Bell dan Jose Ferrer dalam film “Battle Creek Brawl”, yang disutradarai Robert Clouse. Produser memilih Clouse karena dia merupakan sutradara Bruce Lee yang pertama film Hollywood “Enter the Dragon”, dengan harapan bisa sukses membawa Jackie. Film pertama Jackie di Amerika dianggap gagal. Dia diberi kewenangan yang sangat sedikit untuk mengatur stuntman, walaupun dia telah mempunyai pengalaman dalam koreagrafi Kunfu di Hongkong selama 10 tahun. Jackie sangat kecewa sekali. Dia hanya mempunyai peranan yang kecil dalam film “Cannonball Run” di tahun 1980. Film ini menceritakan tentang keberhasilan untuk menjadi seorang bintang film Amerika seperti Burt Reynolds, Roger Moore, Dean Martin, Sammy Davis, Jr dan Farrah Fawcett seperti halnya Bintang film Hongkong Michael Hui, yang dapat mencetak pendapatan 100 juta USD. Walau bagaimanapun dalam film ini Jackie bukanlah seorang bintang jadi dia menjalaninya dengan mudah. Dia belajar sesuatu yang menarik dari film ini yaitu show yang gagal atau tidak sukses yang pada akhirnya bisa mendapatkan suatu kepopuleran dari penonton, Jackie menganggap kenyataan tersebut sama yang dialaminya selama ini selama main film. Pada tahun 1983 main dengan setengah hati di “Cannonball 2″, pada saat itu dia masih terikat kontrak. Dia mencoba lagi dengan film “The Protector” pada tahun 1985. “Protector” membawa bencana bagi usahajackpict2 Jackie untuk sukses di Hollywood, dengan co-starring Danny Aielo dan Roy Chiao. Pada saat ini, film-film China banyak berhasil mencetak Box Office. Mereka memberikan Golden Harvest suatu idea untuk menjadikan Jackie berperan sebagai tokoh penjahat yang baik hati. Dia tidak terlalu lama bersama sutradara James Glickenhous yang pada akhirnya terjadi pengambil alihan produksi, membuat perubahan besar-besaran, termasuk cutting, dandanan, skenario yang serampangan dan shooting ulang pada skenario akhir pertarungan. Skenario terakhir pada pertarungan melawan Bill “Superfoot” Wallace. Jika adegan pertarungan ini harus shooting di Hongkong, tetapi skenario pertarungan rata-rata ditampilkan dengan “Gaya Hollywood”. Bagaimanapun ini membuat Jackie kecewa dan tidak mau lagi bermain di Amerika. Pembuat film dan producer Amerika mempunyai cara yang berbeda dari apa yang telah dilakukan atau berlawanan dengan cara-cara Hong Kong. Mereka tidak suka berlama-lama melakukan adegan action dan sutradara stuntman amerika tidak pandai dan kurang inovasi sebagai mana orang-orang Hong-Kong. Ini jelas mengapa bakat tidak berhubungan dengan artist, seperti Jean Claude Van Damme yang mempunya seni bertarung yang sangat jelek dalam film-filmnya. Di industry per-film-an Hongkong bisa saja kurang bagus dalam scripts dialog, tetapi saat adegan aksi pertarungannya bagus dia dapat dipakai untuk membuat film-film laga. Pertengahan tahun 90, ada yang berubah. Beberapa sutradara Hong Kong seperti John Woo yang bekerja di USA dan sutradara Amerika seperti Quentin Tarantino berbicara tentang gaya per-film-an Hong Kong. Jackie kembali mencoba untuk masuk Hollywood, saat itu aktingnya sudah mempunyai gaya sendiri. Film-film seperti “Rumble in the Bronx” di tahun 1995 dan “Mr. Nice Guy” di tahun 1997 keduanya menampilkan dengan gaya “Jackie Chan”. Pada film “Rush Hour” di tahun 1999 menarik perhatian yang besar dari media Amerika, dan akhirnya memjadikan Jackie sebagai bintang film Hong Kong pertama yang sukses masuk Hollywood. Beberapa film barunya seperti “The Tuxedo” merupakan produksi yang tidak murah, tetapi ini merupakan gaya film-film Hollywood. Dan harus diakui bahwa Jackie bukan seperti anak muda lagi, dia sesekali menggunakan kabel dalam melakukan adegan berbahaya. Film-filmnya lebih banyak komedinya dari pada yang berhubungan dengan seni per-film-an, jadi itu membuat orang-orang Hong Kong merasa bernostalgia dengan era keemasan Jackie saat dia bekerja di Hong Kong untuk Golden Harvest.

Artikel lain :

About these ads

Filed under: Artist, Pengetahuan, Selingan, , , , , ,

7 Responses

  1. dhea nesca_chan mengatakan:

    gilla jackie chan keren abiss..
    coba gua bisa jadi anak’y keren banget pastinya..
    Eheheheheheheheee

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

delicious

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 51 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: